KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU


الْعُلَمَاءْ عِبَادِهِ مِنْ اللّٰهَ يَخْشَى اِنَّمَا
        Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba–hambanya hanyalah ulama (orang berilmu) ; (surat faatir:28)

Pengertian :
·         Semakin berilmu seseorang maka semakin takut ia kepada Allah atau semakin sedikit ilmu maka ia semakin berani kepada Allah.
·         Salah satu ciri ketakutan seseorang kepada Allah adalah ia bergetar ketika menyebut nama Allah atau mendengar nama Allah(karena pengaruh takut)

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ،
          ...Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.
[Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.. Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/297) dan Qawaa’id wa Fawaa-id minal Arba’iin an-Nawawiyyah (hal. 316-317).]

Pengertian:
·     Kemudahan jalan ke Surga akan akan diberikan Allah jika selama di dunia kita telah merintisnya dengan meniti jalan keilmuan.
·      Ketentraman hidup yang merupakan lawan dari tekanan hidup akan diturunkan Allah kepada kita jika kita senantiasa berkumpul dalam majelis ilmu, bahkan kasih sayang Allah (rahmat) akan kita peroleh juga.
·    Begitu mulianya para pencari ilmu sehingga malaikat yang merupakan makhluk Allah yang muliapun akan mengelilingi kita.
·    Belum cukup kemuliaan itu, bahkan Allah langsung memuji kita ditengah para malaikatnya yang mulia. Logika berpikirnya: jika ada seseorang dipuji disuatu kelompok, maka yang dipuji tersebut jelas lebih mulia dari kelompok tersebut.Malaikat adalah makhluk mulia dan utama, tetapi Allah memuji langsung para pencari ilmu tersebut ditengah para malaikatNya, artinya Penuntut Ilmu lebih mulia dan utama dari seluruh kelompok   malaikatNya.

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ
        Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi..” (HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

كْرِ الذِّ. حِلَقُ : قَالَ الْـجَنَّةِ؟  رِيَاضُ مَا اللهِ سُوْلَ رَ يَاقَالُوْا فَارْتَعُوْا،  الْـجَنَّةِ بِرِيَاضِ مَرَرْتُمْ إِذَا

        Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu). Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3510), Ahmad (III/150) dan lainnya, dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” Lihat takhrij lengkapnya dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 2562).

Pengertian :
·         Syurga adalah puncak kenikmatan, suatu tempat yang sudah Allah siapkan di akhirat.
·         Setiap orang ingin masuk Syurga, maka logikanya setiap orangpun (harusnya) ingin hadir di taman Syurga.
·         Hadir dengan tertarik (bukan paksaan) di majelis ilmu atau taman Syurga adalah usaha kita dalam memantaskan diri kita di hadapan Allh SWT, yaitu pantas sebagai penghuni Syurga di akhirat nanti.
·         Jadi, berlomba-lombalah  “minta perhatian Allah”, “cari muka sama Allah” , “PDKT sama Allah”, agar Allah Ridho. Jika Allah SWT ridho, maka Allahpun akan ridho memasukkan kita ke SyurgaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhlak di Tempat Ibadah dan Tempat Umum