ADAB MENUNTUT ILMU

1.
IKHLASKAN NIAT
Ilmu merupakan
milik Allah SWT. Meminta sesuatu yang menjadi milik Allah SWT dengan harapan
mendapat keuntungan dari selain Allah SWT
jelas menghilangkan harapan itu sendiri. Boleh jadi kita tidak akan
mendapatkan ilmu dari Allah ini atau mungkin pula keberkahan dari ilmu ini tidak akan menyertai kita. Meluruskan
niat bahwa semua yang kita perbuat semata-mata ingin memperoleh ridho Allah
adalah harga mati jika kita ingin memperoleh banyak
keutamaan-keutamaan dari Allah SWT . Baik keutamaan-keutamaan selama menjalani
proses menuntut ilmu maupun keutamaan-keutamaan dari hasil yang kita peroleh
nantinya. Ikhlas tidak berarti perbuatan kita sia-sia namun ikhlas bermakna
kita tidak mau perbuatan kita dibayar murah dengan harga dunia namun kita ingin
apa yang kita lakukan dibayar mahal oleh zat yang Maha Pengasih dan Maha Kaya,
yaitu Allah SWT.
2.
TEKUN BERUSAHA DAN TAWAKKAL
Menuntut ilmu
adalah perkara utama. Begitu utamanya sehingga dikatakan Nabi SAW bahwa
keutamaan ahli ilmu dan ahli ibadah seperti keutamaan bulan dan bintang
(HR.Ahmad). Perkara utama tentu didapat
dengan proses yang utama pula. Bersabar melalui waktu demi waktu,
keadaan demi keadaan dan pengorbanan demi pengorbanan adalah sebuah gambaran ketekunan
berusaha untuk mendapatkan perkara utama ini. Tawakkal sebagai
sebuah sikap menyerahkan semua hasil usaha di tangan Allah, karena kita yakin
Allah SWT mengetahui yang terbaik untuk kita.
3.
MENJAUHI MAKSIAT , PERBANYAK IBADAH
Ilmu adalah
milik Allah Zat Yang Maha Suci. Sesuatu yang suci hanya akan memasuki wadah
yang suci pula. Perbuatan maksiyat akan mengotori wadah suci itu yaitu diri
kita. Maka ketika diri sebagai wadah yang akan menerima aliran ilmu menjadi
kotor dikhawatirkan Allah SWT akan menghentikan aliran tersebut. Jadi pilihan
mulianya tidak lain adalah jauhi perbuatan maksiat karena itu hanya akan
menghambat langkah suci kita. Dan sebagai gantinya perbayak ibadah sebagai
upaya menjadikan diri semakin suci dan bersih.
4.
MEMILIH TEMAN YANG SHALEH
Teman adalah
anugerah yang indah dari Allah. Bayangkan ketika kehidupan kita tidak mempunyai
teman, pasti hidup kita kurang sempurna. Sehingga ada pepatah “1000 orang teman
kurang namun 1 orang musuh kebanyakan”. Teman sejati tentu yang menjadi incaran
kita. Teman sejati yaitu teman yang ingin dalam sebuah pertemanan sama-sama
beroleh banyak keuntungan dan kebaikan. Teman sejati tentu ia akan mau
bersama-sama dalam kebaikan dan akan
saling menguatkan termasuk dalam menuntut ilmu. Bahkan ketika kita BERPULANG
KERAHMATULLAH, ia yang akan menghantar kita dengan shalat dan do’anya. Siapa
lagi teman seperti itu kecuali teman yang shaleh, teman yang sayang kepada kita
karena Allah SWT semata.
5.
MENGHORMATI GURU
Guru adalah
perantara ilmu Allah sampai ke kita. Perantara sesuatu yang mulia tentu mulia
pula. Memuliakan guru adalah bagian adab dari para penuntut ilmu. Tidak
menyakiti hati guru, berkata-kata yang santun, memanggil guru dengan panggilan
yang baik, menyenangkan guru, tidak berbicara ketika guru berbicara dan
melaksanakan perkataan guru yang tidak bertentangan dengan Allah adalah bagian
dari menghormati dan memuliakan guru tersebut.
6.
BERAMAL DENGAN ILMU
YANG DIPEROLEH
Ilmu adalah
amanah dari Allah SWT. Suatu amanah menghendaki pelaksanaan. Sekecil apapun
amanah itu maka akan ada pertanggungjawaban ketika diabaikan. Jadi amalkan ilmu
yang diperoleh walau secara perlahan dan bertahap sesuai dengan ilmu yang
diperoleh. Kemudian mari kita nikmati lezatnya beramal shaleh dengan ilmunya
Allah SWT.
7.
Berdo’a
Berdo’a adalah
bagian dari adab seorang penuntut ilmu sebagai kesadaran bahwa kita adalah
hamba yang lemah dan membutuhkan kekuatan hanya dari Allah SWT semata.
Komentar
Posting Komentar